Tips membeli sepeda motor besar (Moge) bekas

Suzuki Hayabusa
Tips Membeli Moge Bekas

Melihat tampilan seksi beragam motor besar seperti Ducati, Suzuki Hayabusa, Honda Fireblade atau Kawasaki ZX memang membuat air liur keluar. Namun, ketika membeli motor besar dalam kondisi bekas atau seken, faktor-faktor apa saja yang perlu kita perhatikan?

Direktur PT Putra Oentoro Motor Steven Oentoro yang mendirikan showroom moge bekas pertama di Indonesia yang dinamakan moto8, berbagi tips bagi para calon pembeli motor besar seken di tanah air. Menurut Steven, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum sang calon mengeluarkan uangnya untuk membayar. "Faktor pertama tentu saja perhatikan mesinnya. Cara paling mudah, lihat apakah ada oli yang merembes dari blok tengah. Perhatikan apakah itu kebocoran karena blok mesinnya pernah pecah atau hanya karena gasket termakan usia. Perhatikan benar faktor ini," jelasnya.

Hal lain yang menurut Steven harus diperhatikan adalah kondisi rangka. Teliti kondisi rangka motor incaran kita itu dengan baik. "Sebisa mungkin cari motor yang rangkanya masih di cat original, karena kalau belum di cat ulang, bekas bengkok bisa ketahuan," imbuhnya lagi.

"Lalu soal elektrikal. 'Telanjangi' motor, lihat kabel-kabelnya masih bagus atau ada yang bekas di potong. Karena kalau bekas di potong biasanya sensor di motor suka error," papar Steven.

"Selanjutnya starter mesin. Perhatikan motor ketika distarter untuk mengetahui bahwa setelan mesin masih standard dan benar, untuk menstarter mesin tersebut gunakan saja tombol tombol starter tanpa di gas. Kalau mesin tersebut bisa idle, artinya mesin tersebut sehat (setelan benar), apabila harus digas, bisa disebabkan beberapa faktor antara lain: fuel mixture yang tidak benar, atau timing mesin yang salah, atau kompresi bocor," papar Steven panjang lebar.

Setelah semua hal tadi diperiksa, maka motor pun siap dites jalan. Untuk sesi pengetesan ini biasanya ada perjanjian kalau jatuh atau rusak karena kesalahan pengendara harus dibayarkan. "Sebelum resmi dibeli, kan harus test ride, nah test ride tersebut dilakukan untuk mencari tahu kekurangan motor tersebut apa. Kalau rantai atau ban, ya tergantung kondisi dan perjanjian. Yang terpenting adalah untuk mengecek sasis, lari ke kiri atau ke kanan tidak, bekas nabrak atau tidak," lugasnya.

"Terakhir, cek surat-surat kendaraan. Yang terbaik cek ke Samsat, bawa BPKB sama cek fisik, takutnya ada yang 'potong-tempel'. Cek nomor rangka dan nomor mesin sama atau tidak dengan yang di surat," tuntasnya.

oto.detik.com

» Read More...

Terimakasih FBH, Terimakasih FBY, Terimakasih FBS, Terimakasih FB lainnya. :)

image

Ah... Alangkah indahnya hidup tanpa konflik, persaingan, perbedaan kepentingan, masalah, perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, perbedaan pandangan, perbedaan idealisme, cara penyampaian.


Yakin?

Read more »

» Read More...

Suzuki GW250 Inazuma Dipasarkan Di Indonesia Tahun Ini

Suzuki GW250 Inazuma
Suzuki GW250 Hadir di PRJ

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan akan menampilkan model sport Suzuki GW250 Inazuma di perhelatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 14 Juni mendatang. "GW 250 akan mejeng di PRJ bersama jajaran produk kita lainnya," terang Paulus Sugih Firmanto, Sales & Marketing 2W Director SIS, di sela-sela pameran Nex Super Fi, kemarin malam (10/6), di Mega Mall, Bekasi.

Konsumen yang berminat memiliki, menurut Paulus, SIS belum melakukan transaksi di PRJ lantaran produksi di Thailand mundur, sehingga belum memiliki jadwal pasti peluncurannya. "Jadi, kita cuma memamerkan Inazuma sambil melihat respon dari pengunjung. Tapi, tetap akan dijual tahun ini juga," papar Suandi Widiarto, Deputy GM Marketing 2W SIS.

Suzuki GW250 Inazuma menjadi sepeda motor ketiga Suzuki menggunakan teknologi injeksi setelah Shogun (bebek) dan Nex Super Fi. Langkah ini sejalan dengan misi SIS yang ingin melengkapi produknya dengan varian injeksi, sepeti yang diutarakan Akira Utsumi, Presiden Direktur SIS dan Suzuki Indomobil Motor, saat peluncuran Nex Super Fi akhir pekan lalu (9/6) di Hotel Aston Primera Pasteur, Bandung.

Mesin GW 250 tipe 2 silinder, 248 cc, SOHC dan berpendingin air. Mesin ini sangat pas menggunakan bahan bakar minimal oktan 92 karena kompresinya 11,5. Dibanding kompetitornya, Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250, GW250 memiliki tampilan yang berbeda tanpa mengadopsi tudung (fairing) dan lebih mendekati model naked bike. Dengan dimensi P/L/T (mm) 2.145/760/1.075, tampilan terlihat kekar dengan penambahan berupa kuping (sroud) di samping tangki lengkap berikut sein.

Lingkar roda menggunakan ukuran diameter 17 inci yang dibungkus karet bundar 110/80 57H depan dan 140/70 66H belakang. Suspensi depan menggunakan model teleskopik, per ulir dan peredam oli. Sedangkan belakang lengan ayun, per ulir dan peredam oli. SIS memang belum memiliki harga jual untuk Suzuki GW250 Inazuma namun dipastikan akan kompetitif. "Harganya diperkirakan berada antara CBR 250 dan Ninja 250R," tutup Paulus.

otomotif.kompas.com

» Read More...

Tepatkah Menggelontorka Dana Milyaran Untuk Promosi/Iklan?

image

TMCI, APM Sepeda Motor asal India TVS membuat langkah menarik dengan merekrut mantan petinggi APM lain yang telah lama bergelut dengan kejamnya bisnis otomotif Negeri ini. :D


Yoshiru Takahashi yang telah lama dikenal sebagai petinggi Yamaha resmi direkrut TVS sebagai advisor/penasehat.

Read more »

» Read More...

MOTOBOM Edisi #2 Bulan Juni 2012, Lap Ke-Dua

Setelah seminggu kemarin ramai sekali jagad perbloggeran dengan isu next Honda 150 cc. Saat ini di awal minggu seperti biasa Motoroda menghadirkan MOTOBOM (Motorcycle Blog Of The Month) Edisi #2 Bulan Juni 2012 Senin ke-2.

Read more »

» Read More...

Sepeda motor sport Apache All New RTR 180 DD resmi masuk pasar Indonesia

Apache RTR 180 DD
Apache All New RTR 180 DD, Andalan Baru TVS Indonesia

PT TVS Company Indonesia (TVS Indonesia) akhirnya resmi meluncurkan generasi terbaru Apache All New RTR 180 DD di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2012). Produk flagship ini tampil dengan desain lebih segar dan pilihan mesin baru dengan kapasitas lebih besar, 180 cc.

Kehadiran RTR 180 DD melengkapi model sebelumnya, RTR 160, yang sudah dipasarkan sejak 2008. Selain kapasitas mesin, perbedaan lain tampak pada lampu depan yang dilengkapi dua lampu LED mirip alis; serta speedometer digital, dengan beberapa informasi lain seperti jarak jelajah (trip meter), akselerasi dan kecepatan maksimum (top speed). Desain tangki lebih berotot dan bentuk air scoop berfungsi sebagai sistem pendingin udara untuk menurunkan suhu mesin sampai 10 derajat.

Mesin baru Apache RTR berkapasitas 180 cc mempunyai tenaga 17,03 PS dan torsi 15,5 Nm pada 6.500 rpm. TVS mengklaim sepeda motor sport touring ini bisa digeber 0-60 kpj dalam 4,2 detik. Untuk keamanan, RTR 180 DD juga dilengkapi sistem pengereman cakram ganda. Kelebihan lain, RTR 180 punya jarak sumbu roda lebih panjang (1.326 mm) dari kompetitor, termasuk juga tapak ban lebih lebar.

Terdapat tiga pilihan warna, yakni putih, dual tone hitam-hijau, dan hitam-merah dengan banderol Rp 16,1 juta (RTR 160) dan Rp 17,9 juta (RTR 180) on-the road Jakarta. "Kami yakin RTR dengan teknologi canggih dan lebih agresif bisa lebih diterima oleh masyarakat Indonesia," beber R Anandakrshnan di sela peluncuran.

otomotif.kompas.com

» Read More...

Review Top Speed TVS Apache 160 RTR, Review Cenat-Cenut #2

Syukur alhamdulillah hasil jepretan kamera Motoroda kemarin berhasil terselamatkan dari memory card yang corupted. Jadi artikel topspeed ini bisa mbrojol. :D


Setelah sebulan yang lalu Motoroda menghadirkan artikel Impresi 11 bulan mengendarai si RTR milik Motoroda sendiri, kali ini tepat 12 bulan/1 tahun Motoroda coba mengabadikan bagaimana kemampuan mesin Apache khususnya Top Speed nya yang katanya "kencangnya mendebarkan". :)


Read more »

» Read More...

Blog ini di jual senilai 300k.. minat hub 08562954111

Best Artikel

Blog Archive

Powered by Blogger.